Pemerintah Desa Mengwi dan Desa Adat Mengwi Kolaborasi Edukasi Pemilahan Sampah di Pasar Desa Adat Mengwi

05 Desember 2025
KIM Desa Mengwi
Dibaca 237 Kali
Pemerintah Desa Mengwi dan Desa Adat Mengwi Kolaborasi Edukasi Pemilahan Sampah di Pasar Desa Adat Mengwi

Mengwi, Jumat 5 Desember 2025 — Pemerintah Desa Mengwi bersama Prajuru Desa Adat Mengwi, para Kelian Adat se-Desa Adat Mengwi, Kelian Dinas Se-Desa Mengwi, pengurus lembaga desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta Badan Usaha Padruwen Desa Adat (BUPDA) Mengwi melaksanakan gerakan terpadu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pemilahan sampah di Pasar Desa Adat Mengwi. Langkah strategis ini digulirkan sebagai respons atas tingginya volume sampah pasar yang selama ini menjadi penyumbang terbesar di Tempat Pengolahan Sampah (TPS) 3R Desa Mengwi.

Berdasarkan evaluasi operasional TPS 3R, sampah yang berasal dari Pasar Desa Adat Mengwi memiliki persentase tertinggi dibandingkan sumber lain dan mayoritas masih bercampur antara organik, anorganik, dan residu. Kondisi tersebut bukan sekadar menambah beban kerja pengolahan, namun juga menekan efisiensi operasional serta meningkatkan biaya pemilahan lanjutan. Dalam konteks manajemen lingkungan desa, situasi ini perlu kolaborasi lintas aktor agar ekosistem pengelolaan sampah tetap sustain dan tidak overload.

Gerakan edukasi ini meliputi penyampaian informasi langsung kepada pedagang, pemilik lapak, serta pengunjung pasar mengenai pentingnya pemilahan sampah dari sumber. Tim gabungan memberikan sosialisasi tentang kategori sampah, metode pemilahan yang benar, hingga dampak langsung terhadap operasional TPS 3R dan kebersihan lingkungan desa. Selain edukasi verbal, tim juga memastikan pedagang memahami alur pembuangan yang sesuai prosedur dan melakukan pemilahan sampah di beberapa titik.

Langkah ini merupakan bentuk komitmen kolektif dalam menjaga keharmonisan lingkungan desa, sejalan dengan nilai-nilai adat dan prinsip keberlanjutan. Kolaborasi ini disebut sebagai “titik tumpu perubahan” yang diharapkan dapat mendorong budaya baru dalam pengelolaan sampah — sebuah strategic move yang di mana setiap elemen desa mengambil posisi untuk mengatasi ancaman lingkungan yang semakin kompleks.

Sementara itu, Pemerintah Desa Mengwi menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menyasar edukasi satu kali, tetapi akan dilanjutkan dengan monitoring rutin, evaluasi berkala, serta penyempurnaan fasilitas pendukung. Harapannya, Pasar Desa Adat Mengwi dapat menjadi model pasar tradisional berkelanjutan, di mana pertumbuhan ekonomi lokal tetap berjalan tanpa mengorbankan kualitas lingkungan.

Dengan penguatan koordinasi lintas unsur desa, langkah edukasi pemilahan sampah ini menjadi fondasi penting menuju tata kelola sampah yang lebih modern, efisien, dan terstandarisasi.